3 MSC Terbaik dari Bondowoso, Ibu Difabel Paling Berkesan

 

Ada peribahasa: “Pucuk dicinta ulam pun tiba”. Tidak disangka dan tidak diduga, jerih payah bidan desa dan para kader terbalas. Melalui Most Significant Change (MSC) Story yang digelar tiap periode bulan, Kabupaten Bondowoso menghasilkan 3 cerita terbaik terhadap penerapan dan dampak perubahan perilaku yang paling bermakna dari Emo Demo. Berbagai cerita dan inovasi yang dihadirkan, setelah pelaksanaan Emo Demo di 592 Posyandu lokasi intervensi Program BADUTA 2.0 di Kabupaten Bondowoso .

Ketiga cerita MSC yang masuk sebagai pemenang di Tingkat Jawa Timur merupakan nominasi cerita pada seleksi MSC yang telah dikirim dari kabupaten ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Adapun cerita tersebut berasal dari Puskesmas Nangkaan, Puskesmas Ijen dan Puskesmas Klabang. Judul pemenang MSC tingkat Provinsi tersebut diantaranya: Semangat Ibu Difabel Berikan ASI Eksklusif, Inovasi Kepala Sekolah Demi Gizi Tunas Bangsa Melalui Emo Demo, dan Ibu Muda Patahkan Tradisi Sobuk.

Cerita dampak perubahan perilaku paling bermakna pasca pelaksanaan Emo Demo di Posyandu dan sekolah sangat variatif dan inspiratif. Selain cerita kesuksesan Program Baduta 2.0 dalam melakukan perubahan perilaku terhadap anak, juga ada cerita tentang profil seorang disabilitas (keterbatasan). Keterbatasan yang dipunyai, tidak menghalangi untuk peduli pada masa depan anak. Bahkan makin semangat mengikuti Emo Demo di Posyandu.

Cerita lain yang tidak kalah menarik adalah cerita tentang implementasi kebijakan Kepala Sekolah dalam merubah perilaku siswa dan wali muridnya. Bertujuan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, Kepala Sekolah mewajibkan wali murid memberikan cemilan sehat dan bekal makanan sehat kepada murid. Bahkan, di cerita ketiga, hanya karena Emo Demo, awalnya kebiasaan yang menjadi tradisi dengan memberikan pisang lumat kepada bayi yang baru lahir, berubah hanya memberikan ASI saja kepada bayinya.

Tiga cerita MSC yang lolos sebagai cerita terbaik pada tingkat Provinsi Jawa Timur adalah MSC periode Bulan Januari, April dan Bulan Mei 2019. Pengalaman menarik itu lantas dijadikan tema syuting para crew Jawa Pos Television (JTV) Surabaya yang bekerjasama dengan GAIN Indonesia untuk melakukan syuting di lokasi cerita. Harapannya, syuting tersebut akan menjadikan inspirasi bagi kabupaten lain diluar intervensi GAIN Indonesia agar tertarik mengadopsi metode Emo Demo untuk dilaksanakan di Posyandu dan Taman Posyandu lainnya.

dr. Titik Erna Erawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bondowoso menyebutkan bahwa banyak cerita MSC yang telah dihasilkan oleh para kader Posyandu dan Bidan Desa tentang inovasi dalam perubahan perilaku. Namun, hanya cerita yang unggul dan terbaik di tingkat kabupaten yang diteruskan untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Setiap bulan kita menyeleksi 10 hingga 15 cerita MSC tentang dampak perubahan perilaku yang paling bermakna. Cerita yang dikirim tentunya harus menggambarkan kondisi riil di masing-masing Posyandu intervensi GAIN Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso.

Beberapa cerita yang telah diperoleh dan dikumpulkan, lanjut dia, diidentifikasi, diverifikasi, dianalisa, dan disempurnakan secara berjenjang melalui 2 tahapan. Pertama, seleksi oleh tim panel kecil. Kedua, jika lolos akan diseleksi lagi oleh tim panel besar. Kriteria lainnya, penggunaan kalimat dan bahasa yang tepat juga menjadi kajian para tim seleksi MSC.

Tim seleksi MSC ini, di bagi pada beberapa tahap. Pertama ada tim panel kecil, beranggotakan orang-orang yang punya kemampuan dan waktu lebih dalam mengidentifikasi tulisan cerita sukses tentang dampak perubahan perilaku pasca pelaksanaan Emo Demo.

 

“Orang yang ada di panel kecil ini, adalah mereka yang betul-betul punya semangat untuk mengkaji tulisan cerita MSC lebih detil. Karena di tim panel inilah nantinya akan menyaring tulisan siapa yang layak untuk dilanjutkan pada seleksi tim panel besar,” jelasnya.

Selanjutnya, ditambahkan dia, seluruh tulisan akan diverifikasi, diidentifikasi, dianalisa dan disempurnakan terkait sistematika tulisan, judul serta validasi cerita. Hasil yang terbaik, akan dibawa ke tim panel besar. Mereka yang menyeleksi adalah beberapa orang utusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Organisasi Masyarakat (Ormas).

“Disinilah, tulisan cerita MSC akan diseleksi dan diuji. Setiap 2 bulan sekali  akan ditetapkan 4 cerita terbaik di tingkat Kabupaten, selanjutnya dikirim ke Provinsi Jawa Timur untuk diseleksi lebih ketat kembali,” ujarnya.

Mereka yang terpilih dan terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur, akan di undang ke Provinsi sebagai nara sumber pada acara Talk Show di studio Jawa Pos Television (JTV). Tidak hanya itu saja, film dokumenter akan dibuatkan langsung oleh tim JTV.

“Persaingan akan sangat ketat setelah verifikasi pada level Provinsi. Cerita unggul dan terbaik level kabupaten akan dikompetisikan dengan 5 Kabupaten lain. Diantaranya: Kabupaten Trenggalek, Jember, Bondowoso, Kota Surabaya dan Kota Probolinggo. Dan ini dikompetisikan setiap 2 bulan sekali,” paparnya.

Mereka yang berprestasi dan terbaik, akan dipanggil untuk diwawancarai JTV di studio Gedung Graha Pena, Surabaya. Kali pertama, Dinkes Bondowoso hadir pada Talk show dengan tema “Rumpi Sehat Generasi Sehat”. Hadir pada saat itu Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso, dr. Titik Erna Erawati beserta Ibu Heyawati: aktor cerita dibalik kesuksesan dampak perubahan perilaku paling bermakna melalui metode Emo Demo.

“Saya saat itu hadir bersama Heryawati, ibu difabel (bisu tuli) dengan keterbatasan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat tapi aktif mengikuti Emo Demo di Posyandu Desa Sukowiryo, dekat rumahnya. Ibu Heryawati didampingi penerjemah, yakni Ibu Turyana adik iparnya yang bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat,” jelasnya rinci.

Kendati masih ada kendala dalam hal berkomunikasi, namun boleh dibilang kalau acara talkshow rumpi sehat tersebut berjalan lancar dan sukses. Ibu Heryawati dan suaminya Turyadi, yang sama-sama difabel, mengaku sangat senang dan bahagia usai syuting dan wawancara. Selain itu, Bidan desa dan para kader, serta tim Puskesmas Nangkaan sangat antusias mengikuti tahapan-tahapan proses syuting untuk diambil reka ulang adegan dan testimoninya.

“Bagi saya, kader Posyandu dan Bidan desa masuk dapur rekaman untuk syuting sebuah cerita adalah pertama kali. Tapi, ini pengalaman yang menarik, tantangan baru, dan pemahaman baru. Bahwa Tools perubahan perilaku, tidak hanya penyuluhan saja, melainkan juga bisa menceritakan kesuksesan dampak perubahan perilaku paling bermakna menggunakan media cerita dan film dokumenter,” jelasnya bangga.

Sukses membuat film berjudul: “Semangat Ibu Difabel Berikan ASI Eksklusif” dari Puskesmas Nangkaan, selanjutnya akan hadir kembali film cerita kedua tentang “Inovasi Kepala Sekolah Demi Gizi Tunas Bangsa Melalui Emo Demo” dari Puskesmas Ijen, kemudian akan direlease kembali film cerita ketiga dengan judul: “Ibu Muda Patahkan Tradisi Sobuk” dari Puskesmas Klabang. (Sylvia Andriani/GAIN Bondowoso).

 

Leave a Reply