Dinas Kesehatan Bondowoso Tanggulangi Bahaya PTM

Kematian akibat Penyakit Tidak Menular dari tahun 1995 sampai tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 17,8 % (Survei Kesehatan Rumah Tangga 1995, 2001, dan 2007) dan akan terus meningkat seiring dengan pola hidup yang tidak sehat seperti diet tidak sehat dan seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, minum alcohol dan stress. Jika hal ini tidak dilakukan upaya pengendalian maka akan menjadi beban berat di masa yang akan datang. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah adalah dengan menerbitkan Permenkes Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standart Pelayanan Minimal (SPM).
Dari 12 jenis layanan dasar, 5 di antaranya merupakan pelayanan terhadap penyakit tidak menular, yaitu skrining kesehatan usia 15 – 59 tahun, skrining kesehatan usia lebih dari 60 tahun, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, dan pelayanan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, RS Jiwa Menur, dan Puskesmas melakukan deteksi dini penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa selama 2 (dua) hari di Wilayah Kabupaten Bondowoso, yaitu di Desa Kalianyar Kecamatan Tamanan, Desa Jebung Lor Kecamatan Tlogosari dan Desa Gununganyar Kecamatan Tapen.
Kegiatan deteksi dini yang dilakukan antara lain, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, tes penglihatan, tes gula darah, dan tes kolesterol. Sasaran tiap desa sebanyak 75 orang dengan kriteria usia lebih dari 15 tahun yang berdomisili di masing-masing desa.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM & KESWA) Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Dra. Elmi Mufidah, Apt.,M.Kes mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendeteksi secara dini adanya faktor risiko penyakit tidak menular dan gangguan jiwa yang ada di masyarakat, dan selanjutnya apabila ditemukan penderita maka perlu dirujuk ke layanan kesehatan untuk dilakukan pengobatan.
Dari 225 orang yang dilakukan deteksi dini diketahui sebagai berikut, sebanyak 50 orang mempunyai IMT (Indeks Masa Tubuh) Tinggi dilihat dari perbandingan Tinggi Badan dan Berat Badan. Dan sebanyak 70 orang kadar kolesterolnya terhitung tinggi. Selain itu yang terdeteksi kadar gula darahnya tinggi sebanyak 10 orang dari normalnya antara 70 – 200 mg/dl saja. Dan sebanyak 58 orang mengalami hipertensi. Sehingga dilihat dari hasil deteksi 225 orang rata-rata masih dalam keadaaan normal.

Leave a Reply