Diseminasi Teori BCD Libatkan MOT

(Kegiatan Diseminasi Teori BCD oleh GAIN Indonesia di Orilla Cafe n Resto, Nangkaan Bondowoso (23/9))

 

Kesempurnaan dari pendapat sebuah teori adalah penting. Karenanya, prinsip SCENTS (Sederhana, Cerita, Emosi, Nyata, Tak Terduga dan Sosial) pada metode Emo Demo yang mengacu Teori Behaviour Centred Design (BCD) lebih disempurnakan.

Hal ini penting disampaikan kepada seluruh MOT (Master of Trainer) Emo Demo, agar persepsinya sama dan tidak salah dalam menyampaikan metode Emo Demo kepada sasaran. Kabupaten Bondowoso saat ini sedang melaksanakan pelatihan replikasi Emo Demo.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Titik Erna Erawati, pada pembukaan acara Diseminasi (Penyebaran Informasi) Teori BCD Metode Emo Demo Program Baduta 2.0, kemarin (23/9) di Ruang Pertemuan Orilla Cafe n Resto, Nangkaan, Bondowoso.

Menurut dr. Titik, GAIN Indonesia menghendaki adanya penyempurnaan metode yang mengacu pada Teori BCD. Kali ini, GAIN Indonesia lebih mengedepankan penyebaran informasi teori  BCD pada metode Emo Demo yang lebih lengkap. Sehingga ke depan prinsip SCENTS tidak digunakan lagi.

“Kegiatan diseminasi ini sangatlah cocok untuk menjelaskan pendekatan metode Emo Demo yang lebih sempurna kepada MOT. Semoga teori perubahan perilaku ini dapat berdampak positif kepada masyarakat”, ujarnya kepada para peserta.

Sekedar diketahui, metode Emo Demo mengacu pada Teori BCD. Awalnya, banyak penyampaian informasi kesehatan dengan cara penyuluhan atau pengajaran. Padahal, cara ini sangatlah monoton. Peserta lebih banyak pasif, bahkan tidak terlibat apa-apa. Dengan Metode Emo Demo, paparan dapat disampaikan lebih interaktif, komunikatif dan partisipatif. Lebih jauh, peserta dikejutkan atau diajak untuk berpikir sehingga dapat meningkatkan dan mengubah emosi terhadap perilaku seseorang.

Hadir sebagai peserta adalah Master Of Trainer Emo Demo Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 24 MOT di undang dalam acara diseminasi Teori BCD tersebut.  Adapun sebagai pemateri Teori BCD disampaikan oleh Sylvia Andriani, District Coordinator GAIN Indonesia Kabupaten Bondowoso. Sedangkan pemateri teknis  implementasi Teori BCD Emo Demo adalah Pipit Sri Wahyuni, Training Coordinator GAIN Indonesia Kabupaten Bondowoso.

(Foto: Sylvia Andriani, DC Bondowoso GAIN Indonesia sedang menjelaskan substansi tentang Teori BCD kepada peserta MOT Bondowoso.)

Sylvia Andriani menjelaskan bahwa Teori BCD adalah teori yang dikembangkan oleh LSHTM (London School Of Health Tropical and Medicine). Dalam prakteknya, dianggap efektif karena mampu membuat orang yang diajak berkomunikasi terpengaruh. Mengubah perilaku membutuhkan metode yang lebih dramatis daripada sekedar memberikan penyuluhan atau mengajar. Walhasil, Emotional Demonstration sangat berguna dalam mempengaruhi orang terhadap apa yang mereka lihat, apa yang mereka lakukan, dan apa yang orang lain lakukan.

Saat pertemuan, Sylvia memberikan ilustrasi tentang perubahan pola pikir atau mindset. Menurutnya, banyak orang yang tetap menyebut bahwa air kemasan gelas itu adalah selalu Aqua. Padahal, Aqua itu adalah nama sebuah merk produk. Hari ini, sudah banyak macam-macam merk air kemasan gelas yang beredar di pasaran.

“Seperti air mineral gelas kemasan ini. Anda masih menamakan Aqua. Padahal bukan Aqua tapi merk A3. Mindset kita sejak lama bahwa air kemasan itu adalah Aqua. Itulah pola pikir atau mindset kita selama ini,” paparnya.

Kemudian dilanjutkannya, air kemasan ini apakah bisa diminum atau tidak?. Para peserta sontak menjawab bisa. Ketika dilanjut pertanyaan baru, Apakah air kemasan ini aman?. Para peserta pun serempak menjawab aman. Lalu ditawarkan kepada sukarelawan peserta untuk meminumnya. Dan diminum.

Bagaimana tatkala air dicampur dengan sesuatu. Dengan sigap, Sylvia mendemonstrasikan air bening kemasan itu dicampur dengan sesuatu, yang awalnya bening jadi berubah warna.  Lantas ditawarkan kembali kepada peserta.

“Apakah bapak atau ibu ada yang bersedia meminumnya sampai habis?”tanyanya dengan menyodorkan gelas berubah warna kepada peserta.

Beberapa peserta menjadi ragu. Ada satu peserta yang mencoba menerima tantangan dengan meminum tapi minta hanya sedikit. Karena dia merasa ragu dan jijik atas perubahan warna minuman tersebut.  Sebelum diserahkan, Sylvia kembali menawarkan kepada kepada para peserta lainnya. Namun peserta lain tetap tidak bergeming. Hanya satu peserta saja yang bersedia. Itupun akhirnya berubah. Mereka semua ragu bahkan tidak bersedia meminum.

“Nah….. Inilah sekilas ilustrasi perubahan pola pikir, sikap dan perilaku,” jelasnya sembari menjelaskan lebih lanjut teori BCD.

Lebih lengkap, untuk mampu mengubah apa yang orang pikirkan, intervensi tersebut haruslah memuat: 1) Mengejutkan, sehingga mendapat perhatian dari orang-orang, 2) Menyebabkan seseorang mengevaluasi kembali perilakunya, 3) Mendorong mereka untuk mencoba perilaku yang baru. Adapun, emosi kunci pada perubahan perilaku kesehatan melalui metode Emo Demo meliputi kasih sayang, status, afiliasi (rasa percaya), kenyamanan, menjijikkan serta cinta dan ketertarikan.(Sylvia Andriani)

Leave a Reply