Emo Demo di Tangan Akademisi Kabupaten Bondowoso

Masalah kekurangan gizi pada balita tentu akan mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Status gizi merupakan indikator kesehatan yang penting karena anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi. Oleh karena itu, perlu adanya strategi penanggulangan menggunakan metode yang inovatif dan kreatif, salah satunya yaitu Emo Demo (Emotional Demonstration). Emo Demo adalah metode edukasi interaktif dengan permainan yang menggugah emosi ibu/pengasuh Baduta bayi dibawah dua tahun) untuk memperbaiki kualitas pemberian makan bayi dan anak  sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Emo Demo yang dikemas dalam program BADUTA 2.0 merupakan salah satu bentuk kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) sejak Mei 2018.

Foto 1: Sesi foto bersama sebelum pelatihan berlangsung

Tahun 2019, Akademi Keperawatan (AKPER) Universitas Bondowoso dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk pengabdian masyarakat telah mengajak masyarakat sekitarnya untuk mengikuti kegiatan Emo Demo di Posyandu binaannya yakni Posyandu Jambu. Kali ini, giliran dosen AKPER dan AKBID mendalami metode Emo Demo. Emo Demo bukanlah hal asing bagi para dosen di 2 lembaga ini. Selama ini Master of Trainer (MoT) Kabupaten Bondowoso 4 diantaranya merupakan dosen di instansi yang erat kaitannya dengan kesehatan ini, diantaranya: Yuana Dwi Agustin, SKM, M.Kes selaku Ketua Prodi, Damon Wicaksi, SST,.M.Kes selaku dosen AKPER Universitas Bondowoso, Miftahus Sa’adah, SST.,MPH dan Finza Fadilah, SST selaku dosen AKBID Dharma Praja Bondowoso.

Foto 2: Master of Trainer (MoT) Kab. Bondowoso mendemonstrasikan Emo Demo Cemilan Sembarangan

11 – 12 Desember 2019, Ketua Prodi AKPER Univeristas Bondowoso menggelar pelatihan Emo Demo bagi dosen AKPER dan AKBID. Selain untuk meningkatkan inovasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tiinggi dibidang pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk memberikan bekal dan pendalaman metode Emo Demo bagi para enumerator Endline yang akan bertugas survey dampak kegiatan Emo Demo di masyarakat. “Saya rasa para dosen juga perlu tahu tentang apa itu Emo Demo, bagaimana metode ini digunakan dan seberapa besar pengaruh Emo Demo dalam merubah perilaku pemberian makan pada bayi dan anak di masyarakat Bondowoso, terutama daerah intervensi GAIN. Selain itu metode Emo Demo nantinya juga bisa diaplikasikan dan direplikasikan pada kegiatan perkuliahan yang sesuai” Ujar Ibu Yuana disela-sela kesibukannya saat mempersiapkan pelatihan.  Peserta kegiatan ini berjumlah 21 orang yang terdiri dari 11 Dosen AKPER Universitas Bondowoso dan 10 Dosen Akademi Kebidanan (AKBID) Dharma Praja Bondowoso. Pelatihan ini langsung dilatih oleh para MoT dari 2 intansi tersebut dibantu oleh Training Coordinator (TC) GAIN.

Foto 3: Ibu Yuana Dwi Agustin, SKM.,M.Kes selaku Ketua Prodi D-III Keperawatan UNIBO memimpin langsung diskusi RTL Pelatihan

Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari itu diisi dengan materi pengenalan metode Emo Demo dan 12 modul yang langsung dipraktikkan oleh peserta pelatihan. Modul Emo Demo berfokus pada 5 pesan kunci yaitu: Usia 0-6 bulan ASI saja cukup, makanan anak yang beragam dan seimbang, cemilan sehat, makanan sumber zat besi untuk ibu hamil, dan cuci tangan pakai sabun. Adapun 12 modul yang dilatihkan, antara lain:  ASI Saja Cukup , Siap Bepergian, Ikatan Ibu dan Anak, Cemilan Sembarangan, Jadwal Makan Bayi dan Anak, Porsi Makan Bayi dan Anak  ATIKA Sumber Zat Besi, Menyusun Balok, Membayangkan Masa Depan, Ditarik Ke Segala Arah, Harapan Ibu, dan Cuci Tangan Pakai Sabun. Pada saat sesi penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), Ibu Yuana Dwi Agustin, SKM,. M.Kes langsung memandu diskusi tersebut. AKPER Universitas Bondowoso akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan memasukkan Emo Demo pada materi keperawatan anak dan keperawatan komunikasi sebagai bentuk inovasi komunikasi dengan masayarakat. Berbeda dengan AKBID Dharma Praja, lembaga ini akan mulai melakukan sosialisasi ke mahasiswa pada saat ada mata kuliah yang sesuai, tujuannya agar ada pengembangan model Emo Demo baru yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Selain itu, AKBID juga akan mulai sosialisasi di desa binaannya sebagai wujud kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bondowoso, 23 Januari 2020
Ditulis oleh: Pipit Sri Wahyuni – Training Coordinator (TC) GAIN

Leave a Reply