Emo Demo Module Challenge: Dinas Kesehatan Bondowoso Melesat di Kancah Nasional

(Gambar 1: Yanti Ekowati, S.KM, petugas promosi kesehatan Puskesmas Nangkaan mendemonstrasikan Emo Demo Puzzle Tulang dihadapan para juri dan finalis pesaingnya)

Emo Demo (Emotinal Demonstration), permainan sederhana yang sudah tidak asing lagi diikuti oleh ibu-ibu balita di wilayah posyandu Intervensi GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) di Kabupaten Bondowoso. Dalam rangka mengembangkan modul permainan Emo Demo baru terkait perubahan perilaku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), GAIN membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang pernah mengetahui, mendengar, maupun mengikuti demonstrasi Emo Demo. Tidak tanggung-tangung, GAIN memberikan apresiasi hadiah uang tunai senilai 15.000.000 untuk masing-masing 12 modul terpilih. Juri untuk lomba ini begitu luar biasa. GAIN langsung menghadirkan pakar pencetus Emo Demo dari London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), Mitra kerja GAIN di Indonesia yakni Kementerian Kesehatan RI dan GAIN sendiri selaku pengembang Emo Demo di Indonesia. Emo Demo Modul Challenge ini dibagi menjadi 2 babak yaitu penyisihan 24 modul dan pemilihan 12 modul terbaik.

Avifah Amin Alkaff, S.Gz dan Yanti Ekowati, S.KM selaku petugas gizi dan promosi kesehatan Puskesmas Nangkaan tertarik untuk mengikuti challenge tersebut. Pesaing challenge ini juga bukan orang biasa, dosen  dan mahasiswa Universitas ternama di Indonesia juga turut mensukseskan penemuan modul-modul Emo Demo terbaru. Berbekal dari pengalaman pelatihan untuk pelatih yang difasilitasi oleh GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), 2 tenaga kesehatan ini mendemonstrasikan Emo Demo baru yang telah disusunnya.

Pada tanggal 24-25 Juni 2019, 24 finalis pemenang babak penyisihan 24 modul diundang langsung ke Jakarta untuk mendemonstrasikan modul Emo Demo karyanya. Modul Emo Demo yang didemonstrasikan 2 finalis dari Dinas Kesehatan Bondowoso ini mampu mencuri perhatian juri saat mencelupkan kapur ke dalam larutan asam cuka dan menyusun puzzle tulang saat peserta diajak untuk membacakan kartu-kartu makanan yang dapat menyerap kalsium dan makanan yang menghambat penyerapan kalsium. Meski 2 finalis ini sempat tidak percaya diri melihat pesaing-pesaingnya, dengan kerja cerdas dan kerja kerasnya akhirnya juri memilih modul Emo Demo “Puzzle Tulang” menjadi salah satu pemenang acara bergengsi tersebut. “Saya bangga, bersyukur dan terharu saat mendengar pengumuman juri bahwa modul dari Bondowoso menjadi salah satu modul terbaik dalam ajang challenge tersebut. Kami berharap dengan adanya modul baru ini, kami para tenaga kesehatan terbantukan dengan adanya permainan sederhana yang menggugah emosi dalam merubah perilaku terkait gizi di masyarakat, demi Indonesia sehat”, ujar kedua finalis Emo Demo modul challenge tersebut.

(Gambar 2: 2 Finalis pemenang Emo Demo Modul Challenge foto Bersama juri dari London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM))

District Coordinator (DC) dan Training Coordinator (TC) GAIN Kabupaten Bondowoso selaku pendamping program BADUTA 2.0 ini juga turut bangga dengan prestasi gemilang tersebut. Finalis dari Kabupaten Bondowoso itu mampu menyisihkan sekitar 240 modul Emo Demo baru kiriman peserta dari seluruh Indonesia dan menyabet hadiah senilai Rp 15.000.000. Puzzle Tulang, itulah nama modul yang dilombakan di kancah nasional itu, hingga membawa nama harum Dinas Kesehatan Bondowoso.

Oleh: Pipit Sri Wahyuni, Training Coordinator GAIN Indonesia

(12/09/19)

Leave a Reply