Inovasi Gerbang Siaga Lansia oleh Puskesmas Botolinggo

Pembinaan kesehatan keluarga ditujukan kepada upaya menumbuhkan sikap dan perilaku yang akan menumbuhkan kemampuan keluarga itu sendiri untuk mengatasi masalah kesehatan dengan dukungan dan bimbingan tenaga profesional,menuju terwujudnya kehidupan keluarga yang sehat.Salah satu masalah kesehatan yang berkembang saat ini yang juga berpengaruh pada kesehatan keluarga adalah tingginya kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan masalah lanjut usia.

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global.Insiden PTM saat ini sudah mulai terdeteksi pada usia muda,hal ini secara tidak langsung akan menjadikan kualitas hidup menurun di masa tua.Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang,terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun.Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh.Tetap sehat diusia lanjut harus dimulai sejak dini.

Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008,sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular.

Oleh sebab itu sangat penting untuk mendeteksi secara dini faktor-faktor pencetus Penyakit Tidak Menular tersebut.Penanganan selama ini hanya bersifat kuratif,maka dengan Gerbang SIAGA Lansia sisi Promotif dan Rehabilitatif justru menjadi hal utama. Penyandang penyakit kronis tidak cukup hanya diberi obat dan pulang kerumah,akan tetapi perlu dibangkitkan kesadarannya akan perlunya PERUBAHAN POLA HIDUP.

Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),pelayanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit,namun dilakukan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Karena itu,Fasilitas Kesehatan (Faskes) Primer seperti Puskesmas perlu melakukan pengembangan pelayanan dengan berbagai inovasi,khususnya dalam peningkatan upaya promotif dan preventif.

PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta,Fasilitas Kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Edukasi Klub Risti (Klub Prolanis) adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya kembali penyakit serta meningkatkan status kesehatanbagi peserta PPDM Tipe 2 dan PPHT.

Senam Prolanis adalah upaya untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan dan meningkatkan aktifitas fisik melalui kegiatan olah raga / senam yang dilaksanakan untuk peserta program Gerbang SIAGA Lansia.

Program Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.

Dengan adanya program Gerbang SIAGA Lansia diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta,fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Gerbang SIAGA Lansia (Gerakan Bangkit Siap Antar dan Jaga Lansia) merupakan strategi baru dalam pembangunan kesehatan.Dalam Gerbang SIAGA Lansia, Puskesmas Botolinggo berperan sebagai sahabat dan perawat bagi Lansia yang sedang menderita penyakit Hipertensi atau Diabetes Militus Type II.Puskesmas Botolinggo dituntut untuk mampu menjaga kondisi lansia dari segi kesehatan agar mencapai kualitas hidup yang optimal serta mencegah timbulnya komplikasi penyakit.Oleh karena itu dalam Gerbang SIAGA Lansia Puskesmas Botolinggo melakukan inovasi yaitu penjemputan pasien di desa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam Prolanis.Gerbang SIAGA Lansia sebagai respon Puskesmas Botolinggo terhadap masalah kesehatan di Indonesia.Mulai tingginya angka Penyakit Tidak Menular seperti Hipertensi dan Diabetes Militus Type II menambah kompleksitas masalah kesehatan di Indonesia.Gerbang SIAGA Lansia merupakan pelayanan kesehatan terintegrasi antara program Penyakit Tidak Menular,Pelayanan Lansia dan Prolanis.

Tujuan

Memudahkan seluruh peserta JKN-KIS penyandang penyakit kronis (Diabetes Militus Tipe 2 dan Hipertensi) untuk menjangkau pelayanan kesehatan dalam Program Gerbang SIAGA Lansia diPuskesmas Botolinggo.

Sasarannya SeluruhPeserta JKN-KIS penyandang penyakit kronis (Diabetes MelitusTipe 2 danHipertensi) yang terdaftar di wilayah kerja PUSKESMAS BOTOLINGGO.

 Mekanisme

  1. Terbentuknya kelompok peserta PPDM Tipe 2 / PPHT tiap FKTP
  2. Terlaksananya pertemuan rutin setiap bulan yang melibatkan FKTP
  3. Tercapainya peningkatan motivasi peserta dalam memelihara kesehatan dan mendeteksi dini penyakit
  4. Tersedianya wadah bagi peserta sehingga peserta akan merasa mendapatkan perhatian, pendidikan dan edukasi tentang penyakitnya serta upaya pemeliharaan kesehatan pribadinya dari risiko penyakit kronis yang dideritanya secara berkesinambungan.
  5. Pemberi materi Faskes Tingkat pertama adalah Dokter Umum
  6. Dibentuk Anggota Potensial (Duta Prolanis) selaku coordinator dan pendamping bagi sesama pesertaKlub
  7. Konten materi edukasi tidak harus diabetes ataupun Hipertensi agar disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan level pemahaman peserta serta lebih bervariatif tidak monoton.

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

  1. FKTP menyusun jadwal kegiatan Klub bersama dengan peserta Gerbang SIAGA Lansia yang dituangkan kedalam PROPOSAL Kegiatan.
  2. FKTP/Dokter Umum menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi.
  3. Peserta mendapat reminder untuk hadir dalam kegiatan edukasi dan senam Gerbang SIAGA Lansia.
  4. Pelaksanaan edukasi dan senam Gerbang SIAGA Lansia.
  5. FKTP menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sebagai salah satu bukti penagihan kepada BPJS Kesehatan

Proses:

  • Frekuensi kegiatan edukasi dan senam tiap minggu
  • Jumlah Peserta yang berpartisipasi dalamkegiatan
  • Penyediaan materi promosi sesuai kebutuhan
  • Penyebarluasan / distribusi materi promosi kesehatan sesuai kebutuhan

Output:

  • Tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi
  • Tingkat pemahaman peserta terhadap materi edukasi
  • Indeks pemanfaatan media edukasi kesehatan
  • Kesesuaian materi yang disampaikan dengan kebutuhan peserta
  • Realisasi anggaran sesuai target

Aktifitas dalam Gerbang SIAGA Lansia meliputi aktifitas penjemputan dan mengantar pulang lansia ke desa,konsultasimedis/edukasi,senam,home visit,remender,aktifitas klub dan pemantauan status kesehatan.

Kegiatan Edukasi/Penyuluhan GerBang SIAGA Lansia akan dilakukan di Puskesmas Botolinggo/Kecamatan Botolinggo pada setiap hari sabtu minggu pertama,mulai jam 09.00 sampai dengan selesai.

Kegiatan Senam GerBang SIAGA Lansia akan dilakukan di Puskesmas Botolinggo/Kecamatan Botolinggo pada setiap hari sabtu,mulai jam 06.00 sampai dengan selesai.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (PUSKESMAS BOTOLINGGO )

 

Leave a Reply