Klarifikasi Update Terbaru Covid-19 dari Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso

(Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.MKes)

Sehubungan dengan beredarnya informasi termasuk video dan chat-chat di grup wa dan lain-lain mengenai kabar Covid-19 maka hari ini pada Tanggal 23 April 2020 dr. Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, ingin menyampaikan klarifikasi resmi kepada masyarakat Bondowoso. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak langsung menyebarkan informasi-informasi yang masih belum jelas sumbernya dan agar menunggu informasi resmi dari Dinkes Bondowoso mengenai informasi Covid-19 supaya tidak menimbulkan kepanikan masyarakat dan agar tetap waspada tanpa harus menimbulkan keresahan. Perlu diketahui untuk mengindikasikan seseorang positif Covid-19 maka harus melalui beberapa tes. Jika hasil rapid tes positif maka harus dilakukan hasil tes swab yang harus dikirimkan ke provinsi dan juga pusat. Jika hasil tes swab positif maka dapat diindikasikan seseorang positif covid-19.

Berkaitan dengan video viral proses pemakaman jenazah di Desa Sukokerto Kecamatan Pujer yang mana di video terebut terlihat jelas petugas sedang melakukan prosedur pemakaman dengan memakai APD (alat pelindung diri) lengkap, maka dr. Mohammad Imron menyatakan bahwa pada video tersebut almarhumah memang harus dilakukan pemulasarannya menggunakan prosedur tetap Covid-19. Hal ini dillakukan karena almarhumah meninggal dalam perawatan rumah sakit yang hasil pemeriksaan laboratorium rapid tes-nya menunjukkan hasil yang positif. Sambil menunggu hasil tes swab maka wajib dilakukan protokol dalam pemulasarannya menggunakan protokol covid-19 agar masyarakat tidak resah dan tidak takut karena kami ingin melindungi pihak keluarga dan masyarakat agar sterilitas terjamin dan terjadinya kontaminasi dapat diminimalisir untuk berjaga-jaga seandainya nanti hasil pemeriksaan swab juga positif. Sehingga apabila tidak dilakukan protokol pemakaman covid-19 pasti akan membahayakan masyarakat dan menimbulkan keresahan. Oleh karena itu tim medis dan gugus tugas melaksanakan protokol pemakaman covid-19. Untuk masyarakat mohon untuk tidak resah karena ini semata-mata untuk kewaspadaan, kehati-hatian, dan antisipasi kita untuk melindungi masyarakat.

Selanjutnya berkaitan dengan informasi-informasi di grup wa dan lain-lain mengenai adanya kasus rapid tes positif 1 dari Kecamatan Grujugan, 2 kasus Kecamatan Tegalampel, dan 1 kasus di Kelurahan Tamansari, maka dr. Mohammad Imron menginformasikan bahwa hasil rapid tes tersebut memang benar positif. Untuk yang di Kecamatan Tegalampel yang beredar adalah 2 orang orang positif rapid tes padahal sebenarnya adalah hanya 1 orang dan 1 orang lagi adalah sesama teman pedagang yang domisilinya adalah di Bali dan saat ini sudah kembali kesana. Untuk 1 orang Tegalampel tersebut saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya sambil menunggu hasil tes swab. Sementara untuk yang di Tamansari masih dirawat di salah satu rumah sakit Jember sejak pertama kali sakit dan menurut info dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember saat ini pasien sudah stabil dan membaik sambil menunggu hasil tes swab. Sedangkan kasus yang dari Grujugan saat ini sedang isolasi dirawat di RSUD dr. Koesnadi akan tetapi keluhan awalnya bukan karena covid-19 akan tetapi karena penyakit lain dan bahkan hari ini sudah dijadwalkan untuk dilakukan tindakan medis. Namun setelah dilakukan rapid tes dan hasilnya positif maka untuk kewaspadaan pasien tersebut diisolasi di rumah sakit. Masyarakat tidak perlu cemas karena kami sudah melakukan prosedur sesuai yang ditetapkan oleh karena itu kami mohon masyarakat turut serta mengawasi ketika ada ODP yang sedang isolasi diri di rumah. Jika tidak dilakukan sesuai ketentuan maka kami akan menindaklanjutinya.

Yang terakhir adalah masih banyak masyarakat yang bertanya mengenai kelanjutan kasus PDP yang di Nangkaan, dr. Mohammad Imron menjelaskan bahwa hasil tes swab masih belum keluar dan semoga akan didapatkan hasilnya dalam beberapa hari lagi. Hasil tersebut sedikit lama karena terdapat kendala pada ketersediaan reagent di seluruh Indonesia. Saat ini reagent sudah diproses kembali dan sudah datang sehingga kami berharap hasilnya akan keluar dan dapat kami informasikan kepada masyarakat.

Kadinkes Bondowoso berharap agar masyarakat yang berada diluar Bondowoso dan ingin mudik ke Bondowoso agar berusaha mengikuti peraturan dari pemerintah pusat, Bupati, dan pihak-pihak lain untuk tidak mudik. Para tim medis dan gugus tugas serta seluruh pegawai yang pendatang pun tidak akan mudik sehingga kami harapkan warga Bondowoso yang diluar kota agar tidak mudik dulu. Jika benar-benar harus mudik maka beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Untuk pemeriksaan sudah pasti dilakukan, kemudian jika terdapat indikasi maka tim medis harus melakukan isolasi secara mandiri di rumah atau ruang sisolasi yang sudah disiapkan di kecamatan ataupun desa masing-masing. Ruang isolasi ini akan membatasi pemudik sehingga pasti tidak langsung bertemu dengan keluarganya.

Kami mohon warga untuk menaati dan memerhatikan peraturan yang berlaku. Yang harus diingat adalah yang pertama memakai masker ketika keluar rumah meskipun tidak sakit karena itu sangat penting. Kedua adalah hindari kerumunan, ketiga adalah jaga jarak minimal 1 atau 1,5 meter, dan yang keempat adalah sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun menggunakan air yang mengalir atau hand sanitizer.

 

2 Responses
  1. dimas surya

    Pertanyaan saya, untuk pasien yang meninggal di pujer dengan rapid test positif, status yang bersangkutan di catat sebagai apa di web pesebaran COVID dinkes bondowoso??? (ODP atau PDP)???

    Mohon penjelasannya, terima kasih…

Leave a Reply to dimas surya Cancel Reply