Kolaborasikan Emo Demo di Kelas ANC Terpadu

Kehamilan menjadi masa penting untuk menentukan kesehatan ibu dan anak yang akan dilahikan. Tugas dari seorang wanita ketika hamil salah satu yang utama adalah menjaga kesehatan kandungan, namun tidak semua kehamilan merupakan hal yang direncanakan dan faktanya ada berbagai masalah saat kehamilan yang beresiko. Masa kehamilan juga merupakan masa penentu faktor terjadinya stunting. Perhatian pemerintah saat ini condong pada tingginya angka stunting yang ada di Indonesia. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal agar mampu menghadapi masa persalinan, nifas, persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi (Sumber: Wikipedia.com). Oleh karena itu, semua potensi dan resiko kehamilan dapat dideteksi lebih awal melalui ANC terpadu atau pemeriksaan kehamilan oleh petugas di Puskesmas.

Foto 1: Yanti Ekowati, S.KM mendemonstrasikan Emo Demo ATIKA Sumber Zat Besi di kelas ANC terpadu

Pada kesempatan yang potensial inilah, Yanti Ekowati, S.KM selaku tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Nangkaan mengambil peran untuk mengkolaborasikan Emotional Demonstration (Emo Demo) di kegiatan ANC Terpadu Puskesmas Pembatu (Pustu) Desa Pancoran pada tanggal 12 September 2019. Berbekal dari Pelatihan Emo Demo yang pernah diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso  dengan kerjasama bersama Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), saat ini ia mampu dan terampil menjadi fasilitator di tingkat puskesmas. Salah satu analisa dari identifikasi masalah yang sering dihadapi oleh ibu hamil di Puskesmas Nangkaan adalah kurangnya zat besi dalam darah atau biasa disebut anemia. Masalah ini menarik perhatian Ibu Yanti untuk berkoordinasi dengan bidan desa Pancoran, Ibu Kasiyati, A.Md.Keb agar niat baiknya tersalurkan. Dengan semangat ia mendemonstrasikan Emo Demo Modul ATIKA Sumber zat besi bagi ibu hamil. Modul Emo Demo ini bertujuan untuk  memberikan pemahaman kepada ibu hamil bahwa makan ati ayam, telur dan ikan dapat menambah asupan zat besi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin. Emo Demo ini juga menyarankan ibu hamil di 3 bulan pertama perlu mengkonsumsi 1 porsi ati ayam, telur dan ikan BERGANTIAN setiap hari tanpa mengurangi makanan pokoknya. Adanya pesan kunci yang disampaikan modul ini diharapkan mampu menggugah emosi ibu-ibu hamil untuk mau makan makanan sumber zat besi yang murah dan mudah didapatkan di masyarakat.

Foto 2: Yanti Ekowati, S.KM ajarkan goyang ATIKA agar ingatan ibu hamil selalu ingat makan ATIKA

Tak hanya itu, modul Emo Demo yang berkaitan dengan ibu hamil juga masih banyak, diantaranya: ASI Saja Cukup, Membayangkan Masa Depan, Ditarik ke Segala Arah, dan Harapan Ibu. “Modul Emo Demo yang cocok untuk ibu hamil akan kami demonstrasikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya, sehingga ibu hamil yang tidak datang ke posyandu juga bisa mengikuti sesi Emo Demo di ANC Terpadu wilayah masing-masing”, tukas Ibu Yanti Ekowati, S.KM yang penuh percaya diri saat ditemui training coordinator GAIN di Puskesmas. Para ibu hamil yang mengikuti sesi ini merasa sangat senang dan puas atas pelayanan yang diberikan Puskesmas Nangkaan sejauh ini. Apalagi Ibu hamil yang hadir saat itu kebetulan adalah ibu-ibu muda yang hamil anak pertama dengan kondisi kehamilan yang masih trisemester pertama, jadi sangat cocok untuk mendapatkan informasi dari Emo Demo ATIKA Sumber Zat Besi. “Saya senang dengan pelayanan petugas Puskesmas Nangkaan saat ini, saya menjadi lebih paham begitu pentingnya makan makanan bergizi saat hamil. Pokoknya saya akan mengikuti kelas ini sampai saya lahiran,” ujar ibu Mega, salah satu Ibu hamil yang saat itu mmennnjadi peserta Emo Demo di kelas ANC Terpadu.

(Ditulis oleh: Pipit Sri Wahyuni/Training Coordinator GAIN)

Leave a Reply