Launching Inovasi Puskesmas Binakal “TAPE LABU” Tablet FE Selamatkan Ibu

Rabu (21/10/2020) Puskesmas Binakal mengadakan kegiatan launching inovasi “TAPE LABU” yang diadakan di Pendopo Kecamatan Binakal pada pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas dan jajaran Puskesmas Binakal, Bapak Camat Binakal beserta jajarannya, Bapak Kapolsek dan Danramil Binakal serta Kepala Desa, Kader Kesehatan serta ibu PKK. Para lintas sektor juga melakukan penandatanganan untuk meresmikan launching inovasi ini dan turut serta dalam berjalannya inovasi ini.

Latar belakang dikembangkannya inovasi TAPE LABU adalah adanya kematian pada tahun 2019 yaitu 1 ibu akibat DHF, 2 bayi akibat asfiksia, dan 2 bayi gemeli (BBLR). Selain itu adanya lokasi stunting di 3 desa, serta program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) yang belum maksimal.

Dengan dikembangkannya inovasi ini maka harapannya adalah dapat mencegah anemia pada ibu hamil, mencegah pendarahan pada saat persalinan, mencegah resiko kematian pada ibu dan bayi karena perdarahan pada saat persalinan, serta mencegah stunting.

Proses terbentuknya inovasi tape labu yaitu sebagai berikut.

NO Tanggal Kegiatan
1 23 Juni 2020 •Rapat Kapus, RTM, dan bikor monev capaian UKP, UKM di Puskesmas Binakal

•Rancangan inovasi Tape labu

2 24 Juni 2020 Sosialisasi dan membentuk TIM inovasi Tape labu
3 29 Juni 2020 Membuat Struktut TIM inovasi Tape labu
4 6 Juli 2020 Pembuatan Proposal Tape labu
5 13 Juli 2020 Menghibungi pihak Ketiga TIM IT
6 10 Agustus 2020 Pembuatan Skema atau bagan inovasi Tape labu
7 7 September 2020 Membahas penbuatan stiker di buku KIA, penandaan bumil dengan botol bekas diwarnai sesuai skor ibu hamil
8 18 September 2020 Koordinasi dengan Tim IT terkait progres inovasi
9 12 Oktober 2020 Trial pertama inovasi TAPE LABU di aula
10 16 Oktober 2020 Trial kedua TAPE LABU
11 21 Oktober 2020 Launcing inovasi TAPE LABU

Alur kegiatan inovasi tape labu yaitu:

  1. Bumil datang periksa kehamilan yang pertama
  2. Diberi buku KIA dan mendapatkan pelayanan
  3. Dipasang stiker sesuai skor di halaman buku KIA
  4. Konseling  bumil untuk memasang penandaan di rumahnya dengan botol mineral berisi air yang berwarna sesuai skor
  5. Ibu dimasukkan aplikasi WA Blast
  6. Tiap jam 19.00 WIB notifikasi dari aplikasi akan muncul di Wa   bumil ‘’saatnya minum Fe’’
  7. setelah minum Fe ibu diharapkan mencentang lembar kontrol minum Fe
  8. Dishare juga informasi tentang kesehatan ibu dan janin 2-3 kali/minggu
  9. Pemeriksaan kadar Hb dilakukan pada   trimester I dan III
  10. Alarm handphone bidan berfungsi 10 hari   sebelum perkiraan persalinan
  11. Bidan wilayah menghubungi TP PKK Desa,   Kader, Perangkat Desa/Kasun/RT/RW bersama sama mengunjungi ibu hamil   untuk memberikan motivasi untuk  melakukan persalinannya di Faskes (Puskesmas/Rs)

Selanjutnya peran Kades, TP PKK Desa, dan Kader adalah sebagai berikut.

  • Peran Kades : Membantu kelengkapan administrasi bumil bila di butuhkan.
  • Peran TP PKK Desa : Memotivasi ibu Kader untuk aktif dalam memantau ibu hamil,ibu bersalin danibu nifas di wilayahnya.
  • Peran Kader : Memantau dan mendampingi ibu hamil saat ANC, persalinan dan nifas

Leave a Reply