Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Di Pesantren

  1. Pastikan seluruh area pesantren bersih
    Melakukan pembersihan lantai, permukaan pegangan tangga, pegangan pintu, asrama santri, ruang kelas, masjid, dapur, kantin pesantren, dispenser, dengan disinfektan (cairan pembersih) dengan cara dilap atau disemprot secara berkala minimal 3 kali sehari.
  2. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan hand sanitizer di toilet, setiap kelas, ruang ustadz, pintu gerbang, setiap kamar santri/asrama, ruang makan dan tempat lain yang sering di akses oleh warga pesantren.
  3. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19, etika batuk/bersin dan cara menggunakan masker) di tempat-tempat strategis seperti di pintu masuk kelas, pintu gerbang, ruang pengelola, dapur, kantin, papan informasi masjid, sarana olahraga, tangga dan tempat lain yang mudah di akses.
  4. Pengelola mengedukasi warga pesantren untuk selalu menjaga wudhu dan CTPS, Etika Batuk/Bersin yang benar dan menginformasikan kepada warga pesantren yang tidak sehat atau memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir untuk segera melaporkan diri kepada pengasuh/ustadz koordinator.
  5. Menghimbau seluruh santri agar menggunakan Al Quran dan alat sholat pribadi (mukena, sarung, sajadah, peci) dan mencuci secara rutin.
  6. Menginformasikan kepada seluruh warga pesantren untuk tidak berjabat tangan/cium tangan, menjaga jarak kontak dengan orang lain yang sedang batuk/bersin.
  7. Mengajak warga pesantren untuk melakukan aktivitas fisik (senam setiap pagi, olahraga, kerja bakti) secara berkala dan menganjurkan untuk konsumsi makanan yang sehat, aman dan bergizi seimbang.
  8. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh semua warga pesantren sekurang-kurangnya seminggu sekali dan amati kondisi umum warga pesantren secara berkala.
    ● Apabila terdapat warga pesantren dengan suhu di atas 38oC, maka tidak diizinkan untuk memasuki ruang kelas, ruang asrama santri dan segera menghubungi petugas kesehatan (klinik pesantren/puskesmas setempat)
    ● Apabila diamati ada warga pesantren dengan gejala pilek/batuk/sesak nafas disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan (klinik pesantren/puskesmas setempat).
    Apabila ditemukan peningkatan jumlah warga pesantren dengan kedua kondisi di atas segera melaporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
  9. Apabila ada warga pesantren mengalami gejala demam/batuk/pilek/sesak nafas atau memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir, pengelola pesantren menempatkan warga pesantren tersebut pada kamar dan menggunakan kamar mandi terpisah serta segera melaporkan kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan.
  10. Keluarga santri yang memiliki gejala demam/batuk/pilek/sesak nafas dianjurkan untuk tidak mengunjungi santri di pesantren.
  11. Pengelola sekolah/madrasah memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 dengan Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat secara berkala.

Leave a Reply