Press Release Kondisi Terkini Covid-19 Kabupaten Bondowoso

Pada Hari Sabtu (25/04/2020) Pukul 13.30 WIB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron, selaku Juru Bicara Covid-19 di Kabupaten Bondowoso menyampaikan Press Release perkembangan terkait kondisi terkini covid-19 di Kabupaten Bondowoso. Press Release ini dihadiri oleh beberapa media di Kabupaten Bondowoso.

Sesuai dengan info covid-19 di website dan juga media sosial Dinkes Bondowoso, dapat diketahui bahwa total ODP (Orang Dalam Pantauan) terdaftar dan terlapor saat ini sejumlah 980 orang yang mana 197 orang masih dalam proses pantau dan isolasi mandiri di rumah masing-masing sedangkan 783 orang sudah selesai proses pantau atau isolasi mandiri di rumah masing-masing yang tentunya sudah dilakukan pemeriksaan dan cek kesehatan terhadap mereka di puskesmas wilayah masing-masing.

Untuk jumlah jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sampai dengan saat ini adalah 3 orang yang mana 1 orang dinyatakan sembuh. Kemudian 2 orang lagi rawat inap. Adapun 1 orang tersebut yang 1 dirawat di Rumah Sakit Jember dan kondisinya sehat dan stabil tetapi masih menunggu hasil tes swab yang diharapkan segera keluar hasilnya. Kemudian 1 orang lagi dirawat di RSU dr. Koesnadi Bondowoso yang masuk bukan karena covid-19 tapi penyakit lainnya dan sudah dilakukan operasi terhadap penyakitnya tersebut sambil diisolasi dan menunggu hasil tes swab.

Untuk jumlah Pasien Positif atau Konfirmasi covid-19 adalah 2 orang. Pasien pertama seperti diketahui bersama sudah sembuh karena hasil swab tahap akhirnya negatif dan dinyatakan sembuh. Kemudian pasien kedua telah keluar hasil tes swabnya pada Hari Jumat (24/o4/2020) dan sudah dirawat di RSU dr. Koesnadi Bondowoso. Kronologi Pasien Positif yang berinisial D sudah periksa di rumah sakit Jember dan hasil tes rapid pertamanya reaktif. Kemudian alih rawat di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Lalu atas permintaan sendiri dan keluarga melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian Gugus Tugas Covid-19 meminta puskesmas di wilayah pasien tersebut yaitu Puskesmas Nangkaan untuk melakukan pemantauan  dan hasilnya memang baik dan dilakukan sesuai prosedur tetap. Untuk diketahui hasil swab pasien D telah turun, dimana hasilnya adalah positif (confirm). Hasil swab diambil 2 kali (hari pertama dan besoknya hari ke dua), jika salah satu hasil pada hari pertama atau hari kedua positif maka bisa di confirm positif. Untuk riwayat transmisi sampai saat ini belum bisa dipastikan mengingat pasien tersebut sering pulang pergi ke Jember. Sedangkan untuk kontak erat pasien hasil rapid tes seluruh keluarga pasien D pada rapid tes pertamanya non reaktif dan berdasarkan prosedur tes rapid harus diulang 10 hari kemudian jadi Kamis kemarin 2 anggota keluarga dilakukan rapid tes ulang ke anak nomer 3 inisial K yang hasilnya reaktif (sebelumnya non reaktif). Kemudian suaminya inisial T yang hasil pertamanya non reaktif pada Kamis kemarin tetap non reaktif. Kemudian anak ke-2 inisial E yang berdomisili di Jember hasil rapid keduanya reaktif begitupun suami dan anaknya juga reaktif. Sedangkan anak ke-1 yang juga berdomisili di Jember hasil rapidnya reaktif dan suaminya non reaktif. Sedangkan berbeda dengan informasi yang beredar di whatsapp dan sebagainya, Inisial T yang merupakan suami Pasien mendapatkan hasil tes rapid yang non reaktif sehingga berdasarkan prosedur tidak isolasi di RS dan bahkan sebenarnya sudah bisa bekerja di rumah maupun di kantor.

Untuk penanganan mulai tingkat desa atau keluarahan, Kecamatan, dan Kabupaten sudah dibentuk Gugus Tugas Covid-19. Gugus tugas di kabupaten dan kecamatan sudah ditentukan berdasarkan SK Bupati Bondowoso. Kemudian di desa juga dibentuk tim relawan yang SK nya dibentuk oleh Lurah atau Kepala Desa masing-masing. Kita tidak bisa meremehkan virus ini. Meskipun tidak seganas penyakit paru-paru yang lain tetapi apabila telat dideteksi dan ditangani maka kondisi akan fatal. Yang perlu diwaspadai adalah penularannya sangat tinggi apabila tidak menjaga diri sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, di Bulan Puasa ini beberapa titik dikhawatirkan karena banyak kerumunan seperti pasar-pasar. Jika orang-orang di kerumunan tersebut tidak memakai masker dan melakukan jaga jarak maka mengakibatkan penularan tinggi. Hal ini menjadi perhatian bersama dan diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk mematuhi prosedur dan saling mengingatkan.

Saat ini hampir semua wilayah di Indonesia membutuhkan alat tes sehingga pengadaan terbatas. Untuk alat tes rapid di Bondowoso belum datang sepenuhnya sehingga diprioritaskan yang ke-1 yaitu tenaga kesehatan karena merupakan garda terdepan yang akan sangat mengkhawatirkan jika ada yang terinfeksi. Prioritas ke-2 yaitu ODP yang belum selesai masa pantau dan lebih dari 10 hari. Jika masih 1 atau 2 maka hasil tes tidak valid karena antibodi akan terbentuk minimal hari ke 7. Kemudian prioritas ke-3 adalah yang kontak erat dengan pasien positif atau reaktif. Hal ini harus dipahami.

Kepada media diharapkan aktif jika ada warga yang baru datang untuk melapor karena akan sangat membantu untuk penelusuran. Dan kepada masyarakat diharapkan jika ada informasi-informasi yang beredar dan bukan resmi dari Gugus Tugas Covid-19 maka jangan disikapi berlebihan.

 

Leave a Reply