Sosialisasi Dan Pembentukan CFC (Community Feeding Center)/Pozkita (Pos Gizi Kita) Oleh Puskesmas Sempol

Kurang Energi Protein (KEP) pada anak merupakan masalah gizi karena berpengaruh pada tingginya Angka Kematian Bayi, karena kematian bayi terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk  perlu ditangani secara tepat dan cepat.  UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Bab VIII Pasal 144 menjelaskan bahwa upaya perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu perbaikan gizi perseorangan dan masyarakat melalui perbaikan konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai kemajuan ilmu dan teknologi. Dalam RPJMN 2010 – 2014 menetapkan 4 sasaran pembanguanan kesehatan yaitu meningkatkan umur harapan hidup menjadi 72 tahun, menurunkan angka kematian bayi menjadi 42 per 1000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian ibu menjadi 118 per 1000 kelahiran hidup dan menurunkan prevalensi gizi kurang menjadi 15 %  dan balita pendek menjadi 32 %.

Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 menunjukkan adanya perbaikan gizi balita di Indonesia. Proporsi balita sangat pendek dan pendek turun dari 37,2 % menjadi 30,8%. Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6% menjadi 17,7%. Berbagai Upaya bisa dilakukan untuk mengatasi stunting, gizi buruk maupun gizi kurang antara lain TFC, CFC yanag dikenal dengan istilah Pos Gizi, Pos Gizi Masayarakat, Positif Deviance Melalui Desa Perduli Gizi, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dalam menangani balita gizi buruk telah membantuk TFC (THERAPEUTIC FEEDING CENTER) sesuai keputusan Bupati Bondowoso Nomor 188.45/400/430.6.2/2016 tentang Pendirian TFC pada Puskesmas di Bondowoso pada 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Grujugan, Pujer, Cerme, dan Prajekan. TFC merupakan penanganan terhadap balita gizi buruk dengan rawat inap di Puskesmas. Untuk menangani gizi buruk, balita kurus, maupun balita stunting dengan tanpa komplikasi bisa dilakukan dengan metode rawat jalan. Salah satu cara dengan melakukan POZKITA yaitu Pos Gizi Kita dimana bentuk kegiatannya dengan cara memasak, dan makan bersama makanan yang bergizi sebagai contoh pada ibu balita disertai dengan konseling dengan lintas program seluruhnya secara bergantian setiap hari dilakukan selama kurun waktu tertentu misal 10, 12, 15 hari atau disesuaikan dengan dana. Konseling yang diberikan bergantian sesuai jadwal tiap hari yaitu masalah gizi, masalah kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi, penyakit menular dan tidak menular, sanitasi, PHBS, dan masalah kesehatan yang lain juga bisa disampaikan. Pada awal kegiatan sasaran diuukur status gizi awal kemudian setelah 12 hari diukur status gizi akhir untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan status gizi balita. POZKITA bisa dikuatkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa atau Kepala Kecamatan.Sebelum melakukan kegiatan Pozkita di desa diperlukan Sosialisasi dengan Linsek terkait yaitu kader posyandu, PKK, Perangkat Desa.

Tujuan

  • Tujuan Umum :

Meningkatkan status gizi balita gizi buruk, kurus, gizi kurang, stunting menjadi Normal.

  • Tujuan Khusus :

Mengubah perilaku ibu balita menjadi Keluarga Sadar Gizi, menerapkan Gizi Seimbang, dan PHBS pada keluarga

RENCANA KEGIATAN

  1. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
  • Pengukuran BB awal dan akhir
  • Minum sirup Zink bersama setiap hari selama 12 hari
  • Kader Memasak dan makan bersama dengan menu yang bergizi dan seimbang memakai makanan lokal selama 12 hari
  • Menyampaikan kembali Emo Demo meskipun sudah dilakukan diposyandu
  • Memberi konseling dengan lintas program yang terjadwal selama 12 hari
  1. Cara Pelaksanaan
  • Menyiapkan sasaran balita gizi buruk / BGM / kurus / balita gizi kurang
  • Menyiapkan menu makanan lengkap dan kudapan untuk 12 hari
  • Menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak beserta perlatan memasak
  1. Pengorganisasian/Pelaksanaan Kegiatan

Penanggung jawab Program Gizi, Bidan, Dokter, Perawat

  1. Sasaran

Balita BGM, sangat kurus, kurus, BBK, stunting

  1. Jadwal Pelaksanaan

Waktu Pelaksanaa : Mengikuti dana DD

Tempat                  : Posyandu Krepekan, Mlaten, dan Jampit

  1. Pembiayaan

Sesuai Dana Desa (DD) Jampit

  1. Output (hasil yang diharapkan)
  2. Status gizi balita meningkat
  3. Mengubah perilaku ibu tentang PMBA
  4. Mengubah perilaku keluarga menjadi Kadarzi
  5. Menerapkan gizi seimbang pada ibu balita
  6. Menerapkan PHBS pada keluarga

Leave a Reply